28 Nov 2009

Lagi,Malang Meraih Emas

20 / 11 / 2009

Rona bahagai terlihat memancar dari wajah Syahrir sore kemarin. Bibirnya pun tak henti menebar senyuman. Maklum saja, dia masih merasakan kebanggaan seusai dinobatkan sebagai juara dalam kompetisi matematika se- Jawa dan Bali.

Dia sama sekali tidak menyangka jika mampu tampil sebagai yang terbaik di even yang diikuti sekitar 1.000 peserta itu. Padahal persiapan untuk mengikuti kompetisi yang dimulai pada 1 sampai 15 November itu sangat singkat.

Dia dipersiapkan oleh guru pembimbingnya, Eddy Effi Boediono, hanya dua hari. "Saat persiapan kompetisi ini kebetulan di sekolah banyak kegiatan. Jadi kami tidak banyak waktu," kata Syahrir mengawali pembicaraan dengan Radar, kemarin.

Sebenarnya bukan hanya Syahrir yang menjadi wakil dari SMAN 3 di kompetisi tersebut. Ada lima rekan lainnya yang juga bertarung. Namun, dari lima rekannya itu, tinggal dua yang lolos mendampingi Syahrir hingga masuk 10 besar. Keduanya yang terhenti di 10 besar itu adalah Hafida Dwi Putri (kelas 11) dan Steven Lukas (kelas 10). "Jadi hanya saya yang lolos final bersaing dengan empat peserta lain," terang putra pasangan Ir. Bachtiar Ismail MM dan Ir. Yetti Haryaningsih ini.

Sejak babak penyisihan, Syahrir sebenarnya sudah tidak yakin bisa lolos, apalagi juara. Sebab ada banyak soal dari panitia yang belum pernah diterima di bangku sekolah. Ia mencontohkan materi soal seperti vektor. Materi pelajaran matematika tersebut baru diberikan di semester akhir kelas 12.

Jadi dia belum pernah menerima pelajaran itu dari gurunya. Materi vektor adalah soal untuk mencari ketepatan koordinat pada bidang tiga dimensi. "Memang ada soal yang sempat tidak saya jawab, misalnya vektor. Daripada saya jawab salah dan poin saya justru dikurangi," kata Syahrir.

Selain Syahrir, hampir semua peserta memang merasa kesulitan dengan beberapa materi soal yang benar-benar baru untuk ukuran siswa SMA. Contoh lain ada soal yang menggunakan kata "sumbu aplikat'. Istilah ini dalam ilmu matematika dianggap sangat baru dan cukup menyulitkan.

"Bukan hanya peserta yang kesulitan, semua guru pendamping waktu kompetisi itu juga sempat menanyakan istilah sumbu aplikat kepada panitia. Saya menduga panitia salah dalam menerjemahkan istilah Inggris yang di-Indonesia-kan," tambah Eddy Effi Boediono, guru matematika SMA 3.

Beruntung, lanjut Eddy, Syahrir cukup cekatan dalam menyelesaikan semua soal. Meski ada materi soal yang belum ada di kelas, tapi Syahrir mampu mengembangkan dengan menggunakan logikanya. Selama persiapan, enam siswa yang ikut lomba juga diberi materi tentang teori transformasi. Di antaranya translasi (teori pergeseran), pencerminan, delatasi (pembesaran dan pengecilan). "Materi soal tranformasi ini ada saat babak final. Ini adalah materi yang sudah mendekati standar olimpiade nasional," imbuh Eddy.

Syahrir memang bukan siswa yang baru di dunia kompetisi matematika. Beberapa even tingkat regional dan nasional pernah diikuti. Di tahun 2009 ini saja, ia menjadi salah satu peserta di empat even. Di antaranya, kompetisi matematika se-Malang Raya (juara 1), kompetisi nasional di Universitas Brawijaya (juara harapan III), kompetisi matematika di Universitas Negeri Malang (10 besar), dan di UIN (juara I). "Saya memang sangat suka dengan mata pelajaran matematika sejak dulu. Maka setiap hari usai salat subuh dan salat maghrib saya selalu belajar matematika," tutur Syahrir.

Sumber : Radar Malang
5 Mario Nabil - Free Full Downloads Software, Games, Movies, Article: Lagi,Malang Meraih Emas 20 / 11 / 2009 Rona bahagai terlihat memancar dari wajah Syahrir sore kemarin. Bibirnya pun tak henti menebar senyuman. Maklum saja, dia m...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >